Fungsi Logika IF memberikan keterangan berdasarkan bentuk argumen dan logikal yang diketik.
Fungsi Lookup memberikan keterangan berdasarkan data dari tabel yang sudah ada lebih dulu yang disebut sebagai tabel sumber/acuan.
Fungsi LOOKUP yang digunakan terdiri :
1. VLOOKUP
atau Vertical Lookup. Fungsi ini di gunakan apabila data di Tabel sumber/acuan pengetikannya secara vertikal. Contoh Tabel Sumber yang vertikal :
pada tabel ini data nilai isinya kebawah. Predikat dan Hadiah isinya juga ke bawah.
Data tabel sumber ini tersusun secara vertical/tegak. Pada tabel ini, maka kolom Nilai adalah urutan pertama. Predikat urutan kolom kedua dan Hadiah adalah kolom ketiga. walaupun tabel tersebut bukan dimulai dari kolom A.2. HLOOKUP
atau Horizontal Lookup. Fungsi ini digunakan apabila data tabel sumber pengetikannya tersusun secara horizontal/mendatar. Contoh tabel sumber :
pada tabel ini datanya tersusun ke samping. Kode, Predikat dan Hadiah isinya kesamping. Sedangkan pada tabel ini Kode berada di baris pertama, predikat kedua dan hadiah adalah baris ketiga.
DEFINE NAME
Adalah cara memberikan identitas sebuah area yang dipilih pada lembar kerja pengolah angka. Define name memudahkan pengguna aplikasi untuk menuliskan alamat sel sumber data sebagaimana pada penggunaan Fungsi LOOKUP.
cara menggunakan Define Name :
1. Blok area tabel sumber, judul kolom atau judul baris tidak ikut di blok.
2. Klik form Area Name Box. contoh pada gambar Name Box berisi E4 karena sel aktifnya ada di kolom E baris ke 4.
3. Ketik nama identitas alamat tabel yang diblok dalam 1 kata. Jika menggabungkan beberapa kata, tidak boleh menggunakan spasi. Nama usahakan singkat. Contoh DATA1
4. Tekan Enter 1 kali setelah menuliskan nama identitas tabelnya.
5. Untuk membuktikan jika pemberian nama tabel berhasil, maka klik sel diluar tabel kemudian ketik =DATA1 tanpa menekan tombol enter.
akan terlihat area tabel yang dikotaki warna kebiruan.
Jika masih kesulitan memahami tulisan membuat nama tabel sumber (Define Name), silahkan putar video berikut ini. Bila kurang jelas silahkan klik kotak putih pojok kanan bawah untuk ke mode full screen.
BENTUK FUNGSI
VLOOKUP >> =VLOOKUP(SelKunci;AlamatTabelSumber;Kolomke....)
HLOOKUP >> =HLOOKUP(SelKunci;AlamatTabelSumber;Bariske....)
Sel kunci merupakan sel yang menjadi pedoman/kunci penghubung data tabel pengolahan dengan tabel sumber.
Langkah-langkah menggunakan Fungsi LOOKUP :
1. Pastikan ada tabel sumber. Pahami tabel sumbernya vertikal atau horizontal.
2. Beri nama alamat tabel sumbernya
3. Memahami Sel kunci yang dipilih di tabel pengolahan data.
Contoh penggunaan fungsi lookup :
Dengan menggunakan tabel sumber yang sudah diberi nama DATA1 di atas, tabel pengolahan berikut dicari keterangannya.
sel O6 dituliskan bentuk fungsi =VLOOKUP(N6;DATA1;3)
keterangan :
Dipilih VLOOKUP karena tabel sumbernya vertikal.
N6 adalah sel kunci, data yang akan diberi keterangan.
DATA1 adalah nama alamat tabel sumber
3 adalah urutan kolom Hadiah yaitu Kolom ke 3.
Setelah di enter, maka hasilnya akan cocok dengan tabel sumber, dan bisa di copy paste ke bawah. Tidak perlu mencari hadiah untuk orang kedua, ketiga dan seterusnya.
Silahkan diputar video berikut agar lebih jelas.
Jika kurang terlihat, silahkan klik kotak putih dibawah pojok kanan video untuk full screen.
Sebagai latihan:
Silahkan buat tabel sumber dan diberi nama bebas.
Tabel pengolahan dibuat dan dipraktikkan pencarian Nilai Rata-rata (Fungsi Statistik), Hadiah dan Predikatnya.
Jika belum paham silakan literasi/membaca kebali materi diatas.
Setelah paham, silahkan lanjut untuk mengerjakan pengolahan data. (Tampil sesuai jadwal)





